Rabu, 20 Mei 2009

Depag Canangkan Pendidikan Agama Usia Dini

Bandar Lampung, CyberNews. Menteri Agama (Menag), Muhammad Maftuh Basyuni, mengatakan, pihaknya menetapkan mulai 2009 sebagai tahun pencanangan pendidikan agama usia dini sehingga proses penciptaan kerukunan umat beragama tetap utuh.

"Saya sudah instruksikan semua Dirjen Bimbingan Agama Islam, Hindu, Buddha, Kristen dan Katolik untuk menggalakan pendidikan agama usia dini," kata Maftuh di tengah-tengah kesibukannya meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN) Madrasah yang berlangsung Tsanawiyah (MTs) I dan II Bandar Lampung, Senin (27/4).

Selain meninjau pelaksanaan ujian nasional MTsN di Bandar Lampung, Menag Maftuh Basyuni berkesempatan meresmikan penggunaan Masjid di lingkungan Madarasah Aliyah Negeri (MAN) I Bandar Lampung, didampingi Direktur Pendidikan Madrasah Firdaus, Kapusmpinmas Masyhuri, dan Ka.Kanwil Depag Lampung Drs.H.Syahroni Ma’shum,MM.

Upaya penciptaan kerukunan antarumat agama, kata Menag Maftuh, perlu dibangun sejak usia dini. Jangan sampai kerukunan antarsesama umat bersifat semu, yang satu saat mudah rapuh karena sesuatu hal.

Menurut Maftuh, jika pendidikan agama usia dini dikembangkan, ia yakin akan melahirkan kerukunan umat yang kuat. "Saya tidak yakin, jika seseorang memperoleh pemahaman agama dengan benar akan melahirkan fanatisme," ucapnya.

Tidak ada agama yang mengajarkan umatnya berlaku negatif, kata Maftuh, setiap agama mengharapkan adanya kedamaian. “Melalui pendidikan agama sejak dini pula,anak didik akan terhindar dari pengaruh negatif seperti narkoba,” tandasnya.

Terkait program pendidikan yang dilaksanakan sekarang ini, Maftuh menilai, pada awalnya pendidikan kurang dapat perhatian serius. Terlebih sebanyak 92 persen pendidikan di bawah Depag berstatus swasta dan delapan persen negeri.

"Sejak adanya UU Sisdiknas, arah kebiajakan pendidikan di bawah Depag semakin fokus. Terlebih Depdiknas kini menjadi mitra yang baik dalam memajukan pendidikan bagi seluruh anak bangsa. Hanya di Indonesia ada dua menteri yang mengurusi pendidikan yakni Depag dan Diknas," ujar Maftuh.

Ia mengatakan, kendati pendidikan di bawah Depag lebih banyak swasta, namun lembaga pendidikan tersebut telah memberi kontribusi dan andil yang besar bagi kemajuan bangsa Indonesia. “Sekarang ini, lembaga pendidikan itu lebih diperhatikan lagi mulai tingkat usia dini hingga perguruan tinggi,” katanya.

(MH Habib Shaleh /CN08)


http://www.suaramerdeka.com/beta1/index.php?fuseaction=news.detailNews&id_news=27351

Tidak ada komentar:

Posting Komentar